Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara soal kelanjutan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe yang menjadi tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek yang bersumber dari APBD Papua.
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait kondisi kesehatan Lukas Enembe.
Diketahui, Lukas Enembe mengaku sedang sakit hingga tak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.
Oleh karena itu, pada 3 November 2022 lalu, penyidik KPK dan tim dari IDI melakukan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe di kediamannya di Jayapura, Papua. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter IDI. Kemarin kan sudah kita periksa,” kata Alex saat ditemui awak media di sela-sela kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Jakarta Selatan, Sabtu (10/12/2022).
Alex menuturkan, pihaknya menantikan pernyataan dari IDI, apakah Lukas layak diperiksa atau tidak. Menurut dia, pada pemeriksaan tersebut, pertanyaan penyidik berhenti pada kondisi kesehatan Lukas.
Setelah Lukas mengaku sakit, berita acara pemeriksaan (BAP) tidak dilanjutkan. Pemeriksaan diambil alih oleh dokter. “Kita BAP, kita tanyakan apakah saudara dalam kondisi sehat? (Dijawab) saya sedang sakit. Jadi berhenti di situ pemeriksaannya,” tutur Alex.
Meski demikian, Alex mengaku tidak mengetahui kapan IDI akan merilis hasil pemeriksaan kondisi kesehatan Lukas Enembe. Ia hanya menyebut, jika IDI menyatakan Lukas sakit maka KPK akan menawarkan perawatan. Setelah sehat, Lukas akan menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik.
“Sekarang kita tunggu kesimpulan dari IDI itu apa? Apakah yang bersangkutan itu layak diperiksa sebagai tersangka atau bahkan lebih jauh apakah bisa dilakukan penahanan atau perlu dilakukan perawatan,” tutur dia.
Lukas diduga menerima suap dan gratifikasi terkait proyek yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Papua. Pemeriksaan terhadap Lukas sempat berlangsung alot. Ia tidak mau memenuhi panggilan penyidik baik di Jayapura maupun di Jakarta. Melalui pengacaranya, ia mengaku sakit. KPK akhirnya memutuskan memeriksa Lukas di kediamannya. Pemeriksaan didampingi Ketua KPK Firli Bahuri dan dokter IDI.

