Papua, nusarayaonline.id – Rencana kunjungan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Papua (Kota dan Kabupaten Jayapura) pada 8-9 Desember bakal mendapat sedikit halangan dari sejumlah elemen adat yang mengatasnamakan Masyarakat Adat Tabi-Saireri.
Penolakan kunjungan Anies Baswedan Ke Papua dalam karena dinilai akan membawa permainan politik identitas ke Papua.
Adapun pernyataan sikap dari Masyarakat Adat Tabi-Saireri ini adalah masyarakat Tabi-Saireiri mendesak agar Anies Baswedan membatalkan rencananya ke Papua karena dapat membuat gaduh.
“Kami masyarakat Tabi Sarieri cinta damai dan menolak adanya permainan politik identitas yang dapat memicu konflik seperti di Jakarta. Kami masyarakat Tabi Saireri menolak dimanfaatkan sebagai komoditi,” tegas Masyarakat Adat Tabi-Saireri, Saat jumpa pers dengan wartawan di Kotaraja, Rabu, (7/12).
Tokoh Pemuda Adat Saireri yang juga sebagai Kepala Polisi Adat LMA Papua Maikel Sineri dasar penolakan mereka atas kunjungan Anies Baswedan, karena melihat track record politik dari Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut yang selalu memainkan politik identitas untuk memenangkan konstestasi pemilu. Sehingga melihat hal itu merekapun menilai bahwa kunjungan Anies Baswedan ke Papua salah satunya bagian dari politik praktis.
“Landasan dari pada ponolakan ini karena Papua, tanah damai. Kami tahu track record dari Anies Baswedan, sehingga kami minta agar politik yang ia mainkan di Jakarta tidak boleh terjadi di Papua,” tegasnya.
“Jangan bikin kegaduhan di Tanah Papua karena di Papua hidup saling bergandengan tangan antar suku, agama maupun ras sangat terjalin baik,” ungkapnya.
Sementara, Paul Ohee selaku Tokoh Pemuda Adat Tabi menyampaikan masyarakat yang ada di Papua tidak menginginkan politik identtias terjadi karena akan merusak tatanan kebangsaan.
“Politik identitas itu tidak mencerminkan toleransi yang kita jaga selama ini, Tanah Papua selalu damai, kita tidak ingin ada pihak yang merusak keberagaman yang ada di Papua,”ungkap Paul.
Yeri Hamadi selaku Tokoh Pemuda Adat Tabi juga dengan tegas mengatakan tidak ada permainan politik praktis di Papua, karena kebersamaan yang telah dijaga selama ini telah membawa Papua damai hingga saat ini. “Jangan ada yang ingin menghancurkan keberagaman di Tanah Papua, apalagi poltiik identitas karena Papua tanah Damai,” tegas Yeri.
Ia pun mengharapkan agar kunjungan Anies Baswedan di Papua tidak untuk menjadikan Papua sebagai ladang untuk permainan poltik praktisnya. “Kami harap agar masyarakat di Papua selalu menjaga kebersamaan yang telah kita jalani selama ini, karena tanah Papua ini tanah Damai,” harap Yeri.
Sumber : cenderawasihpos.jawapos.com

