Banyak orang yang bertanya kepada saya. Dulu itu menjadi orang yang sangat radikal dan sekarang bisa menjadi moderat, apa alasannya? bahkan dari teman-teman lintas agama menanyakan. Bagaimana pemikiran mas Ken saat ini? karena sebagian orang menganggap bahwa surga hanya dimiliki oleh Islam dan dari 73 golongan dalam Islam hanya satu yaitu ahlussunnah wal jamaah. Apakah orang non Islam menurut mas Ken berhak masuk surga? dan apa yang dimaksud dengan orang kafir? pertanyaan yang sangat berat sebenarnya, tapi perlu saya jawab sesuai dengan pengetahuan saya.

Mungkin ada yang baru saat ini mendengar, statment tentang ahlussunnah wal jamaah versi saya ini. Sudah saya diskusikan dengan para Kyai dan ulama kemudian beliau membolehkan untuk menyampaikan ini kepada masyarakat. Bagi saya semua orang berhak mendapatkan surga karena surga tidak dimonopoli oleh umat Islam saja. Jadi semua orang layak jika memenuhi kriteria yang disebutkan oleh tuhan. Di surat Al Baqarah dalam Al Quran ayat 62 dijelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin atau beriman ini jika saya menafsirkan di Indonesia adalah orang yang menganut kepercayaan kepada tuhan yang maha esa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang Yahudi, Nasrani dan Sabi’in. 

            Orang Sabi’in itu kalo ditafsirkan versi saya adalah orang-orang yang menjalan agama sebelum nabi Muhammad yang menggunakan kearifan lokal dan adat istiadat. Jadi dalam surat itu  dijelaskan siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta melakukan kebajikan mereka mendapatkan pahala surga dari tuhan. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak bersedih hati. 

Lalu banyak teman yang bertanya, “Mas Ken tuhan agama Hindu kan ada tiga, dia telah menyekutukan tuhan?” 

Ini permasalahan kita kurang duduk bersama kurang ngopi bersama. Padahal sudah kita tanya kepada orang Hindu, tuhanmu kok ada tiga? mereka menjawab, tuhan yang mas Ken sebut ada tiga itu sebetulnya sifat tuhan. Tuhan kami satu Sanghyang Widhi tuhan yang maha esa, jadi Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa itu sifat tuhan kalo dalam Islam namanya Asmaul Husna. 

            Begitu juga tuhan agama Nasrani ada yang menganggap tuhan ada tiga yaitu tuhan Bapak, Anak, dan Roh Kudus. Lalu ketika ditanyakan kepada mereka “Mas Ken tuhan kami satu Allah yang tiga itu pribadi tentang tuhan jadi tuhan kita sejatinya sama hanya kita beda menyebut dan cara ibadahnya” jawabnya. 

           Perbedaan diantara kita tidak jadi persoalan, Tuhan kita sejatinya sama tuhannya manusia, iblis, malaikat itu sama. Di dunia ini tuhan cuma satu, nah ini yang menjadi persoalan perbedaan manusia dengan iblis cuma sedikit sebenarnya. Kalo dari sisi ibadah lebih rajin ibadahnya lebih taat ibadahnya, permasalahan iblis cuma satu yaitu sombong, dia merasa paling benar dan bisa. Jika manusia bersifat demikian itu berarti iblis telah merasuk pada dirinya. 

Lalu apa yang dimaksud dengan ahlussunnah wal jamaah? 

bahasa Indonesia menurut saya adalah orang -orang yang menjalankan agama dengan baik dan cinta kasih serta taat kepada negara. Jadi tidak cukup saja kita menjalankan agama dengan baik namun kita merongrong kepada negara. Semua agama berbicara tentang cinta kasih dan bagaimana kita berbuat baik. Adapun kalo ada orang yang hari ini mengaku beragama namun penuh kemarahan yang disampaikan ujaran kebencian dan caci maki, berarti itu bukanlah ahlussunnah wal jamaah. 

          Boleh kita berbeda yang penting tidak saling menyalahkan apalagi menghakimi dengan sikap membenci. Tidak boleh menjadi hakim atas keyakinan orang lain. Pancasila sila pertama “Ketuhanan yang maha Esa” ini menjadi landasan sejatinya tuhan kita sama hanya cara yang kita tempuh berbeda. Perbedaan menjadi anugerah untuk kita saling melengkapi. Jadi kalo hari ini ada orang yang mengaku rajin beribadah tetapi merongrong kepada negara, dia tidak bisa disebut sebagai ahlussunnah wal jammah. Ahlussunnah wal jaamaah adalah orang yang menjalankan agama dengan baik dan cinta kasih sesuai dengan syariatnya masing-masing dan taat kepada negara. Jadi kalo ada orang yang mengajarkan beragama dan mengajarkan merongrong kepada negara, tidak usah diikuti. 

“Bagaimana kalo melihata penguasa yang kebijakannya salah?”

Banyak kelompok yang menggunakan bahasa penguasa zalim. Dengarkan perintah dan taatilah, kita masih diperintah taat. Hari ini di negara kita diberikan banyak sekali kebebasan, oknum dimana pun ada. Kritik yang konstruktif diperlukan tapi bukan memberontak atau merongrong mengganti dengan sistem Islam atau khilafah karena dalam Islam dijelaskan bahwa siapa yang melihat pemimpinnya sesuatu yang keji maka hendaklah bersabar atas hal tersebut. Karena barang siapa yang memisahkan diri satu jengkal saja dari kepemimpinan yang sah lalu ia meninggal dunia maka ia meninggal dunia seperti mati jahiliah. Di agama kita dilarang jangankan memberontak, memisahkan diri satu jengkal saja kita tidak boleh. 

Lalu kawan ada yang bertanya “apa yang dimaksud dengan kafir?”

Kafir itu ayat pertama yang diberikan kepada iblis karena sombong, menolak kebenaran yang disampaikan oleh tuhan untuk sujud kepada adam. Kemudian kafir itu diperuntukkan kepada orang di Arab dulu ketika ada orang kaya raya namun tidak mau berbagi dengan orang disampingnya yang miskin dan menganggap kekayaannya itu hasil dari kepintarannya dan kerja kerasnya tidak ada tuhan dalam rezekinya maka dia disebut sebagai orang yang kufur ingkar nikmat kepada tuhan. Bahasanya bisa disebut kafir. Lalu kafir dalam konsep agama disebut menutupi kebenaran. Jadi siapa saja mau agamanya Islam, Nasrani, Hindu, Budha kalo dia menutupi kebenaran tentang ajaran tuhan maka dia bisa disebut sebagai kafir. 

          Jadi kafir itu bukan orang yang masih bertuhan, kafir itu orang-orang yang menutupi kebenaran. Jangan sampai ada orang yang masih beragama dan bertuhan disebut sebagai kafir itu yang harusnya kita lakukan. Saya memosisikan seperti gelas, orang baik mau ditaruh dimana saja, seperti air tidak mengubah warna dan rasa. Kita menikmati perbedaan ternyata indah sekali, perbedaan menjadi rahmat. Walaupun akhir ini kita melihat karena berbeda kelompok bahkan yang hanya berbeda tafsir akhirnya berbeda pula sikapnya dan diungkapkan dalam sikap membenci, itu karena mungkin merasa beragama tapi ternyata tidak bertuhan. Banyak pejabat-pejabat kita yang sudah melakukan sumpah tapi ternyata melanggar. 

            Kalo saya menganggap, jangankan taat beragama, hafiz Quran, bismillah saja tidak tamat. Bagi saya bismillah itu berat ketika melakukan aktivitas dari rumah menyebut nama tuhan berarti selama aktivitas kita merasa dimonitor sama tuhan. Kadang-kadang di tengah perjalanan kita tidak merasa dimonitor tuhan sehingga melakukan kesalahan-kesalahan yang dilarang sama tuhan. Jadi ini yang menjadi evaluasi kita terkadang kita tidak merasa diawasi sama tuhan dan melakukan kesalahan yang dilarang oleh tuhan. Tuhan itu cinta kasih, kita diajarkan untuk berbuat baik terhadap sesama. 

Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana mas Ken kalo ada orang Islam menolak ada peribadatan non Islam di sekitarnya?”

Misal ada yang bikin gereja mungkin takut imannya luntur. Dalam Islam dicontohkan oleh Rasulullah ketika ada orang yang mau membangun gereja misalnya, bantulah dan jangan jadikan hutang, kalo kita tidak bisa membantu minimal kita mendukung. Banyak hari ini atas nama agama Islam menolak bahkan mengintimidasi dengan ancaman-ancaman fisik.

         Saya bersyukur hari ini memahami persepsi tentang tuhan cinta dan kasih sehingga tahu arti mencintai tahu persepsi tentang tuhan yang sebenarnya. Paling tidak kita bisa menjadi damai untuk diri sendiri dan bisa berdamai dengan orang lain serta tidak paranoid dengan mereka yang berbeda bahkan pada mereka yang tidak beragama sekalipun. 

Ini yang menurut saya penting diterapkan dalam masyarakat bahwa kalo kita menjalan Pancasila sila pertama “Ketuhanan yang maha Esa”, sejatinya tuhan kita sama kita hanya beda menyebut dan cara ibadahnya. Adapun ketika berbicara tentang agama memang berbeda tidak boleh disama-samakan memang syariat yang kita terima berbeda. Sejatinya tuhan kita sama tidak perlu diperdebatkan mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang sekitarnya. jika kita sudah bisa berdamai dengan diri dengan lingkungan termasuk dengan sahabat-sahabat kita yang berbeda yakinlah kita akan mendapatkan bonus sila kedua yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. 

           Kita bisa memanusiakan manusia, adil terhadap diri dan orang lain dan beradab punya akhlak. Ini yang paling penting kalo kita sudah berakhlak dan memanusiakan manusia bonusnya sila ketiga yaitu kita bisa bersatu “Persatuan Indonesia”. Kalo ada masalah ada sila keempat yaitu musyawarah mufakat. jadi saya rasa kalo setiap diri, masyarakat, para pejabat dan aparat Indonesia menjalankan empat nilai sila dalam Pancasila maka akan mendapat bonus sila kelima yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. 

           Menjadi kritik bagi kita semua yang lahir dan besar di Indonesia mari kita cintai tanah air kita karena begitu banyak perbedaan kita masih dipersatukan oleh yang namanya Pancasila. Memang Pancasila bukan wahyu ilahi namun di dalamnya tidak ada satu pun bertentangan dengan syariat agama, semua agama sepakat bahwa Pancasila menjadi alat pemersatu kesepakatan kita untuk saling berdiskusi dan berkumpul memecahkan persoalan. Semoga ini menjadi pelajaran buat kita semua, semoga Indonesia ke depan aman dan damai. 

Artikel Terkait

Leave a Comment