Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin menegaskan pemekaran wilayah di tanah Papua masih terbuka. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Kamis 1 Desember 2022.
“Dari berbagai daerah meminta untuk adanya provinsi dan kabupaten baru. Ada ratusan yang melalui DPR, tetapi saya selaku Ketua Dewan Pertimbangan Daerah bersama dengan jajaran pemerintah masih tetap menganggap sampai hari ini kita masih moratorium, kecuali Papua,” ucap Ma’ruf Amin.
Menurut Ma’ruf Amin, pemekaran wilayah sangat penting untuk memudahkan dan menyukseskan pembangunan. Dengan adanya pembagian daerah-daerah baru, maka masyarakat bisa terlayani dengan baik.
Ia pun memastikan akan mencatat semua usulan pemekaran yang disampaikan kepada dalam pertemuan di Kabupaten Kaimana untuk kemudian akan dibahas lebih lanjut.
“Saya instruksikan kepada para menteri terkait untuk membahas berbagai isu dan agenda yang menjadi perhatian di wilayah Bomberay Raya dan menuangkannya di dalam langkah-langkah yang konkret. Langkah konkret tersebut di masukan dalam rencana aksi Percepatan Pembangunan Papua tahun 2023-2024,” kata Ma’ruf.
Pemerintah Pusat, kata Ma’ruf, ingin memberikan fasilitas-fasilitas yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat bagi daerah dalam membangun agar nantinya daerah memiliki inisiatif-inisiatif dalam mengelola potensi yang ada. *** (Yosias Wambrauw)

