Papua, nusaraya.online – Kepala Suku di Kampung Abar, Sentani, Kabupaten Jayapura Naftali Felle mengaku lega atas kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Papua.
Pasalnya, selama ini masyarakat sangat merindukan lembaga antirasuah itu melakukan penindakan di Papua.
“Selama ini kami hanya nonton di TV (televisi) dan bertanya kapan KPK ke Papua. Namun, nyatanya sudah turun dan kami sangat dukung,” terang Naftali, Sabtu (12/11) sora.
Menurut Naftali, upaya-upaya yang tengah dilakukan KPK dalam rangka mengungkap kasus suap dan gratifikasi yang dituduhkan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe sudah tepat dan perlu didukung oleh seluruh masyarakat Papua.
“KPK bekerja bukan untuk diri sendiri atau kepentingan politik, tetapi untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Naftali menyebut dalam berbagai pertemuan dan diskusi di kalangan tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Jayapura selama ini selalu mengeluhkan terkait aliran dana pembangunan ke kampung-kampung, karena berbagai sebab. Di antaranya karena adanya kepentingan elite politik Papua.
Dia menyebut masyarakat Papua selama ini kan meminta referendum. Salah satu sebab itu mereka tidak merasakan dana yang dikucurkan dari pusat.
“Karena itu tadi, di elite-elite politik di atas mereka memainkan dana-dana ini untuk kepentingan sendiri,” kata pensiunan PNS Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini.
Naftali meminta KPK tidak hanya memeriksa Gubernur Papua, tetapi semua pihak yang terindikasi terlibat dalam pengelolaan uang rakyat di Papua.
“Kami minta KPK turun dan periksa semua aliran dana, karena selama ini banyak dana yang dikucurkan namun Papua tidak maju dan berkembang,” tegasnya. (mcr30/jpnn)
Sumber: papua.jpnn.com

