Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua dan BPSDM Kemendagri, menyiapkan 3.000 ASN, untuk didistribusikan di tiga Daerah Otonomi Baru (DOB). Masing masing DOB mendapat alokasi 1.000 ASN. Hal ini disampaikan Sekretaris BPSDM Kemendagri Mohammad Rizal, SE, MSi, didampingi Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Elsye P. Rumbekwan dan Plt. Kepala BPSDM Papua Anthony Mirin, ketika pembukaan rapat koordinasi persiapan awal pelaksanaan program Pusat Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) di Aula BPSDM Papua, Cigombong, Kota Jayapura, Jumat (4/11/2022).
Rizal mengatakan, data BPSDM Kemendagri terdapat 3.000-an ASN, masing masing DOB mendapat alokasi 1.053 ASN, termasuk Sekda, Kepala OPD, Eleson III, IV dan ASN. Dikatakan 3.000-an ASN itu berasal dari provinsi induk dan kabupaten-kabupaten di tiga DOB.
Menurutnya, pihaknya berupaya menata ASN, yang akan didistribusikan di tiga DOB, untuk dilatih dalam pelatihan. “Kami akan menyusun dan rencana teknis pelatihan apa yang akan kami laksanakan, untuk melatih ASN, yang akan ditempatkan di tiga DOB,” ujarnya.
Dikatakan pelaksanaan pelatihan direncanakan pada tahun 2023, sekaligus melihat anggaran yang tersedia. “Untuk tahun 2022 ini tak mungkin dilaksanakan, karena tahun anggaran 2022 sudah berakhir,” tuturnya.
Terkait kwalitas SDM ASN, terang Rizal, SDM sudah siap untuk tiga DOB. Bahkan BPSDM Papua sudah menyiapkan PNS tahun 2022 hingga tahun 2023, untuk Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS menjadi PNS. “Kita tinggal mengisi berapa terkait dengan manajemen, administrasi, keuangan, arsip. Itu yang kita utamakan dulu dalam hal pelatian ASN yang siap didistribusikan di tiga DOB,” terangnya.
Elsye P. Rumbekwan mengatakan, pihaknya menyampaikan pembentukan tiga DOB ini memberikan kesempatan untuk penjenjangan karier setiap ASN. Meski demikian, ia mengingatkan Pemprov Papua harus hati hati dan selektif, untuk menempatkan ASN, sehingga memberikan dampak positif dan juga memuaskan bagi ASN, tapi juga masyarakat tiga DOB.

