Tokoh Papua, Menolak Keras Rancana Demo Pendukung Lukas Enembe

by Laura Felicia Azzahra

Papua, nusaraya.online – Belasan tokoh Papua, baik tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda lainnya menyatakan menolak dengan tegas berbagai bentuk rencana pelaksanaan demo yang digagas oleh para pendukung Lukas Enembe (LE).

Penolakan tersebut diputuskan dan ditetapkan secara bersama oleh belasan tokoh dalam sebuah pertemuan yang di selenggarakan pada, Minggu (18/09) pikul 17:48 di Obhe Ondo Yanto Eluay, Jl. Bestur Post Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura.

Hasil keputusan penolakan demo itu termuat dalam pernyataan sikap tidak mendukung LE oleh para tokoh Papua, para Ondoapi dan Kepala Suku. Ada 5 butir pernyataan sikap, selanjutnya pernyataan sikap tersebut di bacakan oleh Ketua Peradilan Adat Suku Moy Tanah Merah yang juga sebagai Anggota MRP dari Pokja Agama, Benhur Yaboisembut.

Adapun 5 butir pernyataan sikap tersebut sesuai yang termuat dalam rilis yang diterima oleh media ini adalah ; Mari kita berantas korupsi dalam membangun Papua yang bersih dan sejahtera.

Kembalikan dana Otsus kepada rakyata Papua. KPK harus tegas dalam memberantas korupsi oleh oknum pejabat di Tanah Papua.

Mari kita kawal pembangunan di Tanah Papua yang bersih dan terbebas dari koruptor. Menghimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dan terprovokasi dalam unjuk rasa save LE.

Pernyataan sikap tersebut diatas, dibuat dan ditandatangani langsung oleh para tokoh sebagai berikut, Marthen Wasio (Ondoapi Sabron), Jhon Bukwap (Ketua LMA Nimbokrang), Nathan Yaboisembut ( Kepal Suku Sabron Samon), Yoris Yakadewa (Ondoapi Ravenirara), Melianus Wally (kepala Suku Wally), Marthinus Kasuay (Ketua Tim Koordinator Grime Nawa), Bas Nukuboy (Ondoapi Kampung Pongkonoware Doya Lama), Benny Tesya (Kepala Sukus Kampung Nembugresi Selatan).

Musa Samon (Tokoh Pemuda), Steven Kogoya (Mahasiswa Uncen), Magdalena Merabano (Tokoh Perempuan), Soleman Kogoya (Tokoh penggerak Pegunungan Tengah Papua), Benhur Yaboisembut (Ketua Peradilan Suku Moy yang juga sebagai Anggota MRP Pokja Agama).

Pernyataan sikap ini dikeluarkan dalam rangkah menolak rencana demo yang akan dilakukan oleh pendukung Lukas Enembe selaku Gubernur Papua. Selain itu, lewat pernyataan sikap ini ingin memberikan dukungan secara moral kepada KPK memproses secara hukum kepada Lukas Enembe dalam kasus dugaan korupsi. Para tokoh adat dan para tokoh-tokoh masyarakat lainnya, ikut mendorong serta ikut pengawalan pembangunan di Tanah Papua yang bersih dan terbebas dari koruptor.

Sumber: kompasiana.com

Artikel Terkait

Leave a Comment