3 Provinsi Baru, Bentuk Komitmen Jokowi Ratakan Pembangunan

by Laura Felicia Azzahra
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/6/2022). Rakornas itu mengangkat tema kawal produk dalam negeri untuk bangsa mandiri. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.

Papua, nusaraya.online – Presiden Jokowi secara resmi telah mengesahkan tiga provinsi baru di wilayah Papua. ketiga provinsi tersebut yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan.

Pengamat kebijakan publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Syafuan Rozi mengatakan dengan adanya pemerkaran khususnya di wilayah Papua menunjukkan Presiden Jokowi memiliki komitmen ingin pembangunan dapat merata tidak hanya berpusat di Jawa, melainkan di seluruh Indonesia.

Syafuan menyebut dengan pemekaran tersebut baik itu pembangunan, ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM) akan mendapat perhatian khusus dan dapat ditangani secara terukur dan spesifik.

“Jadi dengan pemekaran ini konsentrasi pembangunan wilayah lebih terukur, wilayah yang luas dipecah menjadi tiga, ditambah lagi dari satu menjadi lima gitu kan. Maka dengan wilayah yang semakin kecil itu akan ada konsentrasi pembangunan, ada kebijakan yang lebih khusus alokasi anggaran yang lebih spesifik,” kata Syafuan melalui keterangan pers, Minggu (7/8/2022).

Menurutnya untuk membangun suatu wilayah harus terjadi konektivitas yang efektif seperti halnya tranportasi yang dapat menghubungkan satu wilayah ke wilayah lainnya.

“Jadi memang menurut saya wilayah-wilayah luas itu harus di konsentrasikan pembangunannya dengan penambahan wilayah administrasinya dengan pemekaran itu. Transportasi juga dengan keluasan wilayah yang banyak pegunungan memang untuk Papua unik beda dengan di Jawa atau Kalimantan atau Sumatera wilayah bergunung-gunung,” ucapnya.

Syafuan menyarankan untuk konektifitas di Papua dengan demografi wilayah yang bergunung-gunung itu bisa dibangun kereta gantung, tidak harus jalan tol atau kereta api sebagaimana di wilayah Jawa dan Sumatera.

“Harus dengan kereta gantung seperti yang ada di Timika yang ada di Grasberg ya tinggal di copy paste aja pembangunan di sarana yang ada di Freeport itu dikembangkan di provinsi baru,” bebernya.

Selain itu, konektivitas lainnya ditambah hal yang paling mungkin di Papua adalah membangun bandara baru, membuka penerbangan lebih banyak untuk daerah-daerah terpencil.

“Dengan cara itu biaya transportasi akan bisa lebih ditekan kemudian indeks kemahalan bisa turun dengan begitu rakyat Papua bisa menikmati harga-harga yang ada di pulau Jawa salah satunya membangun Papua adalah membangun konektivitas atau transportasi dengan sendirinya harga-harga barang akan menyesuaikan karena transportasi diperbaiki,” paparnya.

Sumber: beritasatu.com

Artikel Terkait

Leave a Comment