Personel Ops DamaI Cartenz sedang melakukan olah TKP Pesawat Susi Air yang dibakar Kelompok Separatis

Pangdam Cenderawasih: TNI Polri Persiapkan Operasi Penegakan Hukum Antisipasi Buntunya Pendekatan Dialog

by Laura Felicia Azzahra
Personel Ops DamaI Cartenz sedang melakukan olah TKP Pesawat Susi Air yang dibakar Kelompok Separatis

nusarayaonline.id – Hingga hampir dua pekan sejak penyanderaan terhadap Pilot Susi Air, Kapten Philip dilakukan oleh OPM pimpinan Egianus Kogoya, pemerintah tetap tegas pada pendiriannya untuk tidak berkompromi ataupun mengakui kemerdekaan Papua seperti permintaan Egianus Kogoya dan gerombolannya.  

Pemerintah melalui Menko Polhukam, Mahfud MD menyatakan bahwa tidak akan ada negosiasi soal permintaan dari kelompok separatis. Permintaan terkait pengakuan kemerdekaan Papua dinilai tak masuk akal dan tak akan pernah terwujud. Pemerintah akan memberantas setiap gerakan yang ingin mengambil bagian secuil pun dari NKRI. Adapun pendekatan dialog dan persuasif yang dilakukan pemerintah hanya sebatas pembebasan pilot Susi Air. Ditegaskan sekali lagi bahwa jangan coba-coba mengambil kesempatan unttuk meminta sesuatu yang mustahil.

Perkembangan kabar terkait penyanderaan Pilot Susi Air saat ini, Komandan Korem (Danrem) 172/Praja Wira Yakthi, Brigjen Juinta Ontoh Sembiring mengatakan bahwa TNI-Polri telan mengamankan lapangan terbang Paro serta dinyatakan telah bisa kembali digunakan. Kemudian masyarakat yang berdomisili di wilayah tersebut juga telah diamankan. Tak berpenghuninya Distrik Paro bukan tanpa alasan. Nantinya jika terdapat pihak-pihak yang menghalang-halangi atau tidak mendukung pola hukum yang dilakukan TNI-Polri maka dipastikan merupakan bagian dari kelompok tersebut. Sterilisasi lapangan terbang Paro juga dimaksudkan untuk persiapan penyelamatan Pilot Susi Air.

Dalam pencarian kapten Philip, TNI-Polri saat ini masih mengedepankan cara persuasif dengan melibatkan tokoh-tokoh agama. Pihaknya masih menunggu Pj Bupati Nduga, Namia Gwijangge bernegosiasi dengan kelompok separatis. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Saleh Mustafa menambahkan jika pendekatan dialog gagal, maka akan dilakukan tindakan terukur. Namun mengingat waktu, pihaknya memiliki standar operasi yang harus dijalankan dalam upaya penegakan hukum, agar persoalan tidak berlarut sehingga harus ada batasan waktunya.

Pangdam Cenderawasih Siapkan Operasi Penegakkan Hukum Penyelematan Pilot Susi Air

Meski pendekatan dialog masih dilaksanakan dalam upaya pembebasan, namun sejumlah alternatif lain telah disiapkan oleh aparat keamanan terutama ketika nantinya masih menemui jalan buntu dan juga keterbatasan waktu. Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI. Muhammad Saleh Mustafa menegaskan bahwa akan tiba waktu operasi penegakan hukum dilaksanakan pada waktu yang tidak bisa ditentukan, karena bersifat rahasia. Dalam operasi tersebut, pihaknya menyiapkan pasukan TNI-Polri yang dipilih memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan operasi sesuai dengan standar operasi yang terpilih, terukur, dan terarah.

Operasi penegakkan hukum, Pangdam XVII/Cendrawasih menunjuk Danrem 172/PWY, Brigjen TNI. JO Sembiring sebagai Komandan Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) penyelamatan pilot Susi Air. Nantinya, Dan Kolakops akan berkolaborasi dengan Kepala Operasi Satgas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Faizal Ramadhani. Selain mempersiapkan operasi penegakkan hukum, TNI-Polri juga tengah membangun komunikasi dengan staf kedutaan dari Selandia Baru, di mana mereka mendukung upaya yang dilakukan dalam menyelamatkan pilot Susi Air Kapten Philip.

Sikap Optimis Terhadap TNI-Polri Mampu Bebaskan Pilot Susi Air

Meski tak terlibat secara langsung, sejumlah pihak hingga kini terus memberikan dukungan terhadap langkah-langkah yang ditempuh TNI-Polri dalam upaya pembebasan pilot Susi Air. Salah satunya datang dari Anggota Komisi I DPR RI, Chritsina Aryani bahwa dirinya optimis TNI Polri mampu bebaskan Pilot Susi Air melalui strategi yang baik dan terukur. Menurutnya, langkah pemerintah dan juga Panglima TNI untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam penanganan sandera di lapangan sudah sangat tepat. Jangan sampai jatuh korban yang hanya menimbulkan efek dan dampak buruk bagi solusi masalah Papua.

Juru bicara Wakil Presiden RI, Masduki Baidlowi mengklaim bahwa pemerintah Indonesia sangat serius dalam menyelamatkan pilot Susi Air. Oleh Karena itu, dirinya meminta publik bersabar dan memohon dukungan agar sang pilot dapat segera terselamatkan.

__

Agus Kosek

(Pemerhati Masalah Papua)

Artikel Terkait

Leave a Comment